Klasifikasi Market Saham Global

Catatan analisis oleh Alindra Setya Ardana tentang klasifikasi pasar saham dunia dan dampaknya terhadap investor Indonesia.

Hari ini Indonesia dikejutkan oleh berita mengenai MSCI melakukan update informasi bahwa data kepemilikan saham free float di Indonesia kurang transparan. Yang mana hal ini memicu menurunnya banyak sekali saham-saham besar seperti BBCA, BBRI, BREN dst.

Ternyata hal ini memang ada hubungannya dengan klasifikasi market saham untuk global, yang mana secara umum mereka sebagai pemain global dengan dana triliunan dollar akan melakukan investasi saham ke market emerging. Hal ini berkaitan dengan risk and reward berdasarkan klasifikasi pasar berikut:

Jenis Klasifikasi Pasar Saham Global

Developed Market (Pasar Maju)

  • Market yang sudah mature
  • Umumnya profil resiko rendah dengan keuntungan stabil
  • Contoh Negara: AS, Jepang, Eropa Barat

Emerging Market (Pasar Berkembang)

  • Market yang sedang berkembang
  • Umumnya profil resiko sedang dan keuntungan sedang
  • Contoh negara: Indonesia, China, India

Frontier Market (Pasar Perbatasan)

  • Market yang kurang liquid dan umumnya skalanya kecil
  • Umumnya profil resiko tinggi dan potensi keuntungan bisa tinggi
  • Contoh negara: Sri Lanka, Vietnam

Dampak terhadap Indonesia

Indonesia sendiri saat ini merupakan Emerging Market, namun dengan risk ada potensial akan turun ke Frontier Market. Yang mana hal ini menyebabkan investor global melakukan panic selling dan harga saham Indonesia termasuk IHSG melemah/turun.