Interleaving adalah metode pembelajaran di mana kita mencampur banyak topik atau keterampilan (dengan arah atau kemiripan cukup tinggi) dalam satu sesi latihan. Berbeda dengan blocked practice (belajar satu topik sampai tuntas), interleaving memaksa otak terus beradaptasi dengan perubahan pola.
Misal jika belajar tiga topik dengan pola (AAA.BBB.CCC), dengan interleaving kita akan mencampur menjadi (ABC.BCA.CAB). Dengan memanfaatkan ini, pembelajaran akan lebih efektif dan mendapatkan keuntungan sebagai berikut:
- Discrimination: Mengenali perbedaan yang umumnya dilupakan jika menggunakan metode biasa, karena sering melakukan komparasi secara langsung.
- Retensi: Akan lebih kuat ingatannya.
- Adaptif: Akan membantu otak lebih adaptif di lapangan.
- Mengatasi Illusion of Mastery: Atau merasa sudah jago, padahal kadang kita perlu paham bukan hanya bisa/hafal pola.
Implementasi:
- Belajar Linguistik: Belajar Mendengar, Menulis, dan Membaca dalam satu sesi.
- Pekerjaan Teknis: Belajar teknologi dengan memanfaatkan banyak brand melalui komparasi langsung.
- Etc.
Referensi:
- Brown, P. C., Roediger, H. L., & McDaniel, M. A. (2014). Make It Stick: The Science of Successful Learning. (Buku ini adalah “alkitab” untuk metode Interleaving dan Spaced Repetition).
- Bjork, R. A., & Bjork, E. L. (2011). Making things hard on yourself, but in a good way: Creating desirable difficulties to enhance learning. (Menjelaskan konsep “Desirable Difficulties” atau kesulitan yang justru menguntungkan).
- Rohrer, D., & Taylor, K. (2007). The effects of overlearning and distributed practice on the retention of mathematics knowledge. Applied Cognitive Psychology.
- Dunlosky, J., et al. (2013). Improving Students’ Learning With Effective Learning Techniques. Psychological Science in the Public Interest.